Transformasi Digital Agro-Maritim untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi

Sektor Agro-Maritim yang berbasiskan sumberdaya alam memiliki resiliensi yang sangat tinggi terhadap dampak pandemi Covid-19 dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Sehingga, sektor berbasis Agro-Maritim diharapkan menjadi tumpuan pemulihan ekonomi nasional, ungkap Eva Anggraini, Direktur Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS) IPB University dalam memandu diskusi The 28th Strategic Talk bertajuk “Transformasi Digital Agro-Maritim untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional” (Senin, 27/09).

Dosen Departemen Ekonomi Sumberdaya Lingkungan, Fakultas Ekonomi Manajemen IPB University tersebut juga menjelaskan IPB telah mengembangkan konsep Agro-Maritim 4.0 dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence, robot, internet of things, drone, blockchain, dan big data analitik untuk menghasilkan produk unggul yang presisi, efisien, dan berkelanjutan. Ragam teknologi dan inovasi yang smart akan memudahkan proses bisnis petani dari hulu ke hilir, walaupun masih terdapat beberapa kendala seperti SDM petani yang rendah, kepemilikan lahan yang terbatas, investasi, kebijakan. Namun Agenda transformasi digital penting diupayakan secara sistematis dan menyeluruh dengan dukungan dari berbagai pihak, imbuhnya.

Menanggapi transformasi digital tersebut, Oktorialdi, Staf Ahli Menteri PPN Bidang Pemerataan dan Kewilayahan, Kementerian PPN/ BAPPENAS, mengatakan, sasaran utama transformasi digital pemerataan infrastruktur dan optimalisasi pemanfaatan digital.

Lulusan University of Pennsylvania tersebut mengungkapkan percepatan transformasi digital di bidang Agro-Maritim melalui inovasi sosial dan inovator sosial penting untuk dilakukan sebagai enable grand design dalam mewujudkan Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia di Tahun 2045. Salah satu tahapan yang dilakukan ialah pengembangan market size pangan lokal strategis di sektor digital, dan peningkatan keanekaragaman pangan.

Kepala LPPM IPB, Ernan Rustiadi, yang turut menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut mengungkapkan perlunya upaya konvergensi pembangunan secara serius dan sistematik, sehingga mengakhiri ketimpangan antara desa dan perkotaan. Menurutnya, karakteristik desa yang bergantung dari bantuan dan transfer pemerintah, membutuhkan penguatan kelembagaan desa dan teknologi agro-maritim, serta digitalisasi ekonomi desa karena 87% desa di Indonesia berbasis pertanian,  Hal ini dapat dimulai dari desa-desa di Jawa yang relatif lebih siap dalam transformasi teknologi Agromaritim 4.0. Tentunya Agro-maritim yang dikembangkan adalah yang inklusif dan menyejahterakan.

Dalam upaya transformasi digital Agro-maritim 4.0, Ia menegaskan pentingnya transformasi dari resource driven economy ke arah innovation driven economy, bukan lagi mengandalkan ekstraktif ekonomi. Dengan demikian, dibutuhkan technosociopreneur yang mampu mengolah Agro-Maritim berbasis riset dan inovasi Agro Maritim.

Kepala Pusat Kebijakan APBN, Ubaidi Socheh Hamidi mengatakan saat ini semua upaya transformasi digital Agro-Maritim dalam tahap implementasi yang memerlukan dukungan dan kerjasama dari semua pihak. Konektivitas adalah kata kunci dalam upaya percepatan Agromaritim 4.0 tersebut.

Ia menjelaskan, peran pemerintah dalam mewujudkan kebijakan ekonomi fiskal yang mendukung transformasi digital sektor-sektor berbasis AgroMaritim, antara lain diupayakan melalui beberapa program, diantaranya: 1) Perlindungan sosial dan penguatan konsumsi rumah tangga, 2) intervensi bidang kesehatan melalui percepatan vaksinasi dan pelayanan kesehatan lainya, dukungan kepada UMKM dan korporasi melalui insentif usaha, serta mendorong investasi di sektor publik melalui belanja modal pemerintah untuk infrastruktur digital dan padat karya

Leave a Reply

Close Menu