Teknologi Agromaritim yang Inklusif bagi Pelaku Usaha Kecil

Perlu upaya strategis yang terukur, sistematis dan berkelanjutan dalam mewujudkan inklusi digital bagi para pelaku usaha agromaritim. Hal itu diungkapkan Rektor IPB, Arif Satria, dalam pembukaan The 32nd IPB Strategic Talk yang bertajuk “Teknologi Agromaritim Inklusif dan Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Kecil”.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa IPB terus mendorong transformasi digital agromaritim yang inklusif melalui beragam inovasi yang telah dihasilkannya, seperti teknologi inovasi Smart Farming, Smart Forestry, Sawah 4.0, Smart Seeder and SQUASH, Smart Fire Risk System, dan beragam inovasi lainnya.

Acara Strategic Talk yang diadakan secara rutin ini menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu Kudang Boro Seminar (Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian IPB),  Panji Wasmana (Direktur National Technology Officer – Microsoft Indonesia), dan Roby Darmawan (Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian RI).

Dalam paparannya, Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Kudang Boro Seminar, mengatakan bahwa ekosistem digital agromaritim harus dibangun dengan landasan yang kuat. Para petani dan pelaku UMKM sebagai pemain utama agromaritim perlu diedukasi dengan baik dalam memanfaatkan teknologi agromaritim. Sebab, membawa teknologi pada masyarakat tidak bisa dilakukan secara instan, namun membutuhkan proses yang panjang, bertahap dan dilakukan secara terus menerus. Dengan demikian, gotong royong dan kolaborasi menjadi hal yang sangat penting dalam pengembangan inovasi digital agromaritim yang ramah dan inklusif bagi petani, imbuhnya.

Sementara itu, Direktur National Technology Officer – Microsoft Indonesia, Panji Wasmana menekankan pentingnya validasi dan uji coba untuk memastikan inovasi teknologi agromaritim yang ditawarkan kepada publik itu dalam kondisi layak, praktis, dan memiliki kecepatan yang tinggi (high speed). Menurut Panji, kesiapan teknologi menjadi aspek yang sangat krusial dan perlu selalu dikembangkan. Hal ini diarenakan aspek high speed pada teknologi adalah keniscayaan. Pilihanya hanya dua, highspeed technology dengan inovasi tanpa henti, atau mati dan tertinggal, tuturnya.

Pembicara ketiga, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian, Roby Darmawan, menekankan penting peran generasi muda dalam percepatan pembangunan teknologi pertanian. Oleh karenanya, Kementerian Pertanian sebagai regulator berupaya secara terus menerus mengembangkan keterampilan digital dan kewirausahaan generasi muda di bidang agromaritim.

Kegiatan The 32nd IPB Strategic Talk ini merupakan seri terakhir dari empat seri diskusi yang terselenggara atas kerjasama IPB University dengan Microsoft Indonesia. Kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk menghasilkan rumusan rekomendasi (white paper) bagi para pemangku kepentingan dibidang teknologi agromaritim di Indonesia.

Leave a Reply

Close Menu