Press Release-Pelatihan Penulisan Policy Brief 2022

Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS) IPB University kembali menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Policy Brief pada Selasa, 29 November 2022 di IPB International Convention Center, Bogor. Kegiatan tahunan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para dosen dan peneliti IPB dalam menyusun rekomendasi kebijakan berdasarkan penelitian yang sudah dihasilkan (science-policy interfacing).

Eva Anggraini, Direktur Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS) IPB University dalam sambutannya mengungkapkan bahwa mengantarmukakan sains dan kebijakan dalam bentuk policy brief perlu dilakukan oleh civitas akademika IPB University untuk meningkatkan diseminasi hasil riset, dan diharapkan dapat meningkatkan efektifitas kebijakan.

Kegiatan Pelatihan Penulisan Artikel Populer ini menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu Eva Anggraini (Direktur Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis), Dominicus Savio Priyarsono (Ketua Komisi A Dewan Guru Besar IPB), dan Alfian Helmi (Asisten Direktur Bagian Informasi Strategis).

Eva Anggraini sebagai pembicara pertama mengungkapkan bahwa Policy Brief termasuk dalam salah satu output hasil riset yang menjembatani antara sains dan policy. Ide Policy Brief yang dibuat perlu mempertimbangkan beberapa aspek, yaitu, aktualitas, relevansi, dan orisinalitas ide. Policy brief yang bersumber dari hasil riset perlu disederhanakan dan disesuaikan tata bahasanya, sehingga rekomendasi kebijakan yang dibuat dapat mudah dipahami oleh pemangku kebijakan.

Pembicara lainnya, Dominicus Savio Priyarsono, Ketua Komisi A Dewan Guru Besar IPB University, menyampaikan bahwa Policy Brief memiliki ciri-ciri, yaitu: kebijakan bersifat umum, singkat (dengan format khusus), relevan dan urgen, didasari hasil riset, penyelesaian masalah yang spesifik, cakupan audiens umum (non-specialists), dan bahasa non-teknis. Rekomendasi kebijakan yang dimuat dalam Policy Brief harus memiliki konsistensi dengan temuan hasil riset dan mempertimbangkan kelayakan (teknikal, finansial, ekonomi, sosial, politikal, institusional, dan praktikal). Selain itu, Policy brief yang dibuat dapat berupa Evidence based Policy atau didasarkan pada bukti objektif. Pendekatan tersebut memiliki beberapa elemen penting, yaitu data yang baik, keterampilan analitis, dan dukungan politik untuk penggunaan informasi ilmiah.

Hadir sebagai pembicara terakhir, Alfian Helmi, Asisten Direktur Informasi Strategis, Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis IPB University, menyatakan bahwa tidak ada policy brief yang bagus tanpa riset kebijakan yang mendalam. Policy Brief harus bersifat populer, ringkas dan fokus pada satu isu utama. Sebanyak 34 peserta yang berasal dari pusat studi dan program studi hadir dalam kegiatan ini. (RG-DPIS)

Leave a Reply

Close Menu