Pengembangan Infrastruktur Digital Inklusif bagi Pengembangan Agromaritim Indonesia

Microsoft Indonesia berkomitmen untuk membangun pusat data di Indonesia sebagai upaya mendukung pemerintah Indonesia, dengan adanya pembangunan pusat data microsoft ini bisa mendorong 6.3 Miliar US Dollar pada ecosystem microsoft dan juga berkontribusi 60 ribu pekerjaan baru dalam ekonomi lokal. Kerjasama Microsoft dengan IPB yakni membuat kelompok kerja ekonomi digital yang bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah sebagai upaya mencapai Agromaritim yang inklusif dan mampu membangkitkan pertumbuhan ekonomi pasca pandemic covid-19. ujar Ajar Adil  Direktur Microsoft Indonesia pada acara The 31st IPB Strategic Talk yang berjudul “Pengembangan Infrastruktur Digital Inklusif bagi Pengembangan Agromaritim Indonesia” (18/10/2021).

Digital ekonomi memerlukan prasyarat pendudukung yang memang harus dikerjakan bersama-sama diantaranya, public service yang bagus, penggunaan teknologi komputasi awal, dan artificial intelegent serta dapat menyediakan traning-traning bagi 9 juta orang untuk memenuhi ekspektasi awal ekonomi digital.  Harapannya dengan kolaborasi bersama antara Pemerintah, Perguruan Tinggi dan Swasta  akan membawa bangsa Indonesia menjadi pemain regional dalam ekonomi digital sesuai harapan Presiden Joko Widodo.

Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian Kementan RI, Agung Prabowo dalam paparannya, menyarankan penggunaan teknologi digital oleh petani sebaiknya dalam bentuk korporasi dari hulu hingga hilir. Sehingga semua komponen dapat berperan dan terlibat.

Untuk itu perubahan yang harus dilaksanakan untuk transformasi menjadi pertanian digital yaitu menyusun kerangka regulasi yang komprehensif dan memperhatikan berbagai aspek, Pendekatan multistakeholder dengan melibatkan setiap aktor yang terkait (akademisi, bisnis, pemerintah, dan masyarakat sipil) dan mekanisme koordinasi dan kontrol yang jelas dalam mengawal inovasi digital di Indonesia.

Ia juga menyarankan desain infrastruktur digital yang penting dibangun adalah Networks yakni mengoptimalkan jaringan palapa Ring agar bisa diakses untuk pertanian, meningkatkan kapasitas satelit, membangun pusat data nasional khusus bidang pertanian, penambahan base transceiver (BTS), membangun Plat fom digital untuk pertanian, layanan server yang murah, penyediaan akses internet yang murah dan skema pendanaan.

Guru Besar Teknologi Industri Pertanian, Yandra Arkeman mengatakan agar transformasi digital dapat dilaksanakan dengan sukses maka perlu dilakukan pendekatan yang bersifat selektif dan bertahap. Artinya proses digitalisasi tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba, namun harus dimulai dari yang paling sederhana, kemudian yang menggunakan teknologi digital standard, baru selanjutnya yang menggunakan teknologi digital maju disesuaikan dengan ketersediaan infrastruktur yang ada di masing-masing wilayah.

Jadi derajat digitalisasi yang akan diterapkan sangat tergantung pada kesiapan infrastruktur digital serta penguasaan teknologi dan kemampuan sumberdaya keuangan UMKM pangan dan AgroMaritim

Transformasi digital memerlukan perbaikan pola pikir dan pengetahuan dari seluruh pemangku kepentingan. Dengan pengetahuan yang baik kita dapat melakukan inovasi digital untuk UMKM Pangan dan Agromaritim serta untuk kepentingan nasional lainnya. Dengan demikian kita bisa menjadi produsen teknologi digital untuk UMKM Pangan dan sekaligus menjadi pengekspor teknologi digital bukan menjadi pasar yang hanya bisa membeli robot dari Negara lain.

Ia menekankan pentingnya Digital literasi sehingga kita tidak hanya sebagai user dalam teknologi digital tetapi kita harus menjadi inventor inovasi. Hal tersebut dimulai dari pendidikan. Untuk itu Infrastruktur penting terus diperbaiki dan dikembangkan serta meilbatkan semua pemangku kepentingan yang ada.

Direktur MICRA INDONESIA (Microfinance Innovation Centre for Resources & Alternatives), Alfi Syahrin mengatakan Platform keuangan digital akan menggunakan strategi blockchain yang merupakan solusi untuk orang-orang yang tidak memiliki rekening tetapi memiliki ponsel. Penerapan blockchain di dalam kredit dapat dilakukan dalam 2 kegiatan, yaitu pinjaman langsung dan peer to peer lending (P2P Lending).

Untuk pinjaman langsung, agromaritim akan bertindak sebagai Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang menyalurkan kredit kepada peminjam secara langsung. Untuk P2P Lending, pengguna aplikasi agromaritim yang terverifikasi dapat memberikan kredit langsung ke peminjam sebaya/peer melalui kontrak pintar sederhana. Blockchain strategy ini nantinya akan dibuat agar bisa diakses dengan/tanpa smartphone dan disediakan pada satu platform khusus agar lebih memudahkan dan inklusif. Selain itu, fiturnya tidak hanya untuk kredit tetapi juga asuransi dan sebagainya.

Dengan digitalisasi keuangan di usaha agromaritim, petani tidak perlu kesulitan dalam mencari sponsor untuk mencari pendanaan karena dalam platform keuangan digital ini akan mendapat support dari growth funding yang tersedia atau menjual langsung ke pengecer atau tempat-tempat lain, konsumen juga bisa langsung membeli produk pertanian dari platform. Platform keuangan digital yang legal di Indonesia antara lain adalah Taralite, Better Life Cashcepat, Samakita, dan Akseleran.

Leave a Reply

Close Menu