Indonesia sedang menggalakkan pembangunan pesisir dan laut di berbagai sektor. Untuk itu, perencanaan ruang wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil komponen utama dalam menentukan arah pembangunan dan jaminan insvestasi. Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K) diharapkan mampu mewujudkan keberlanjutan pembangunan di wilayah pesisir dan laut, serta menjamin kepastian hukum dalam investasi. Melalui Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University, kami menjadi mitra pelaksana Coral Triangle Initiative (COREMAP – CTI), Kementerian Bappenas, dan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dalam mendukung percepatan RZWP3K di Provinsi Papua Barat khususnya Kabupaten Raja Ampat. Raja Ampat adalah bulls eye dari segitiga terumbu karang dunia, wilayah dengan keanekaragaman biota paling tinggi di kawasan segitiga terumbu karang meskipun luasnya kurang dari 1 persen laut dunia, tapi memiliki dampak yang dampaknya sangat signifikan. Raja Ampat mencakup 4,6 juta hektare darat dan laut, lebih dari 2 juta hektare di antaranya adalah kawasan konservasi perairan yang menjadi habitat bagi lebih dari 1.600 spesies ikan, dan 75 persen spesies karang. Enam dari tujuh jenis penyu yang terancam punah masih bisa ditemukan di perairan Raja Empat, begitu juga dengan 17 spesies mamalia laut dunia lainnya. Kegiatan ini terlaksana dilaksanakan sejak Agustus 2020 hingga Februari 2022. Hingga Akhir tahun 2021, PKSPL IPB University telah melaksanakan lima (5) jenis kegiatan, yaitu 1) ICM leader forum dan workshop pengelolaan perikanan berkelanjutan dengan pendekatan bioekonomi; 2) Pelatihan ICZM bagi pemangku kepentingan di Manokwari; 3) Training Implementasi ICZM Provinsi Papua Barat; 4) FGD Sistem Monitoring dan Ecaluasi RZWP3K; dan 5) Implementasi rehabilitasi ekosistem pesisir di kampung Yensawai, Papua Barat. Rehabilitasi ekosistem terfokus pada kegiatan penanaman mangrove, lamun, dan terumbu karang. Selain itu, PKSPL IPB University juga membentuk dan memperkuat kelembagaan kelompok pengelola ekosistem pesisir pada tiga ekosistem tersebut (mangrove, lamun, dan karang). (red/MFs)

Leave a Reply

Close Menu