IPB University Tandatangani MoU Bisnis Inovasi Pangan dengan GAPMMI (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia)

IPB University melakukan penandatangan MoU dengan GAPMMI (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman), Senin 22 Juni 2020. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan webinar tentang “Peluang Bisnis Inovasi Pangan di Indonesia”. Webinar ini terselenggara atas kerjasama IPB University dalam hal ini Direktorat Kerjasama dan Hubungan Alumni (DKHA), Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS), serta Direktorat Inovasi dan Kekayaan Intelektual (DIK) dengan GAPMMI dan juga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Republik Indonesia. Hadir dalam webinar ini Prof Dr Arif Satria (Rektor IPB University) sekaligus sebagai narasumber, kemudian dua narasumber lainya adalah Ir Adi S Lukman (Ketua GAPMMI), dan Achmad Adhitya, PhD (Koordinator Tim Akselerasi Inovasi Kemendikbud, RI. Kegiatan dipandu oleh moderator yaitu Dr Syarifah Lis Aisyah Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual IPB University.

Dalam webinar berlangsung selama kurang lebih 2.5 jam ini, banyak inovasi IPB yang dipaparkan. Rektor IPB menegaskan kerjasama ini adalah bentuk kongkrit peran IPB agar hasil-hasil riset tidak berhenti pada kumpulan jurnal, buku dan tulisan tapi bisa menjadi inovasi dan berkontribusi langsung dalam masyarakat dan juga persoalan bangsa. Beliau menambahkan bahwa total inovasi IPB University saat ini adalah 39,57% dari total inovasi di Indonesia dengan total outlet lebih dari 15 di seluruh Indonesia.

IPB berkomitmen agar hasil inovasi IPB ini bisa dijangkau oleh masyarakat, bahkan yang belum terjangkau teknologi sekalipun dengan program IPB salah satunya One CEO one Village, termasuk diantaranya adalah SPR (Sekolah Peternakan Rakyat) yang hari ini sudah menyebar di berbagai daerah di Indonesia. IPB terus berupaya untuk menginisiasi hilirisisasi inovasi IPB agar menyentuh publik, bahkan IPB siap menyediakan GAPMMI untuk berkantor di IPB agar terjadi sharing knowledge dengan para inovator dan sektor bisnis yang kontinu. “Tegas Arif Satria, Rektor IPB University”.

Sementara itu, Ir Adi S Lukman selaku ketua GAPMMI menyampaikan dalam paparan awalnya, bahwa sebenarnya Indonesia memiliki visi besar yang dibuat BAPENAS dengan target GDP per capita 23.199 pada tahun 2045 dengan jumlah penduduk diperkirakan lebih dari 319 juta jiwa. Visi ini perlu didukung oleh semua pihak, terutama untuk sektor industri makanan dan minuman, ungkapnya.

Beliau menambahkan ke depanya human to human contact di industri makanan dan minuman akan berkurang, dan lebih didominasi human-machine interface (HMI). Sehingga poin penting yang menjadi perhatian adalah food savety & hygiene, quality, functional & nutrition of food. Era new normal membuat para konsumen sangat terbatas untuk berkunjung ke toko, sehingga terjadi shifting cara marketing dari multi channel ke omi channel.

Terdapat poin krusial yang ditekankan oleh ketua GAPMMI terkait food system aspect, yaitu food supply chain (good & services), food policy dan food safety. Sebagai contoh dalam aspek food policy, penting peran semua pihak, terutama untuk triple helix, yaitu dunia usaha, pemerintah dan perguruan tinggi. Sehingga poin riset dan inovasi menjadi hal yang fundamental untuk hadir dalam industri makanan dan minuman ini, selain tentunya aspek regulasi. Realita yang masih menyedihkan bahwa indeks inovasi Indonesia tahun 2019 kemarin, masih nomor 7 di bawah negara ASEAN lainya, atau masih di urutan 85 dibandingkan negara-negara lainya.

“Ini adalah tantangan bersama, semoga dengan kerjasama bersama IPB bisa memperbaiki indeks inovasi kita, sebab rendahnya inovasi ini juga berdampak langsung terhadap daya saing bangsa kita”, ungkap ketua GAPMMI.

This Post Has 2 Comments

  1. Memperpendek rantai pasok pangan ke konsumen, mantap IPB

  2. Mantap

Leave a Reply

Close Menu