Inovasi Digital untuk Membangun Model Bisnis Agromaritim  yang Inklusif dan Menyejahterakan

Salah satu komponen penting dalam pembangunan Agromaritim adalah pengembangan model bisnis yang berkelanjutan dengan integrasi TIK. Di era disrupsi teknologi yang pesat ini, peran TIK untuk membangun stabilitas harga dan transparansi supply dan demand sangat signifikan dan berdampak luas. Sebab, TIK dapat memberikan informasi aktivitas Agromaritim yang relevan dan tepat waktu. ungkap Dodik Ridho Nurrochmat, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi saat membuka acara The 29th IPB Strategic Talk yang berjudul Inovasi Digital untuk Membangun Model Bisnis Agromaritim yang Inklusif dan Menyejahterakan (Kamis, 30/09/2021).

Konsep Agromaritim yang telah disusun pada tahun 2018 lalu penting diaplikasikan untuk itu membutuhkan kolaborasi antar berbagai stakeholder yang berperan dalam bidang Agromaritim, diantaranya Pemerintah, Perguruan Tinggi dan Swasta.

Menyikapi upaya kolaborasi tersebut, Direktur National Technology Officer Microsoft Indonesia Panji Wasmana sangat mendukung langkah kolaborasi ini, karena jika ekosistem digital ini dilakukan dalam bentuk kemitraan maka pemerintah akan memberikan regulasi yang tepat, dan IPB sebagai platfom inovasi dan microsof, TaniHub dalam menyediakan teknologi yang berkelanjutan dan ekses informasi dan teknologi pada ecosistem digital. Microsof juga akan memberikan dukungan untuk setiap inisiatif yang disampaikan pada acara ini. Ujar Panji.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian RI, Kasdi Subagyono mengatakan salah satu Strategi pembangunan pertanian untuk mendukung Ketahanan pangan, peningkatan daya saing dan pertumbuhan ekonomi adalah Pengembangan Pertanian Modern yakni melalui Pengembangan Smart Farming, Pengembangan dan pemanfaatan Screen House  untuk meningkatkan produksi komoditas hortikultura di luar musim tanam, Pengembangan food estate untuk peningkatan produksi pangan utama, serta Pengembangan korporasi petani dan startup/petani milenial

Sebagai contoh Penggunaan TIK dalam bidang pertanian, Kementerian Pertanian telah melakukan Pengembangan Agriculture War Room (WAR) yaitu Inovasi berbasis AI & IoT memberikan kemudahan bagi pimpinan untuk mengambil keputusan secara cepat dan akurat. Inovasi ini dapat dimanfaatkan untuk Pemantauan kegiatan budidaya pertanian, pasca panen, pengolahan dan pemasaran, Monitoring ketersediaan dan distribusi sarana produksi pertanian (benih, pupuk, alsintan, dll), Sarana pelatihan petani dan petugas dan sarana penyuluhan pertanian

Pemanfaatan WAR juga diimplementasikan pada distribusi pangan dari wilayah surplus ke wilayah defisit tahun 2021, sedangkan untuk menstabilisasi harga Kementerian Pertanian telah menerapkan Model Rantai Pasok Kegiatan Toko Tani Indonesia, Aplikasi belanja daring yang menyediakan berbagai bahan pangan dengan harga terjangkau dan berkualitas. Selain itu kerjasama Kementan dengan e-commerce dan transportasi online  untuk mensupport ketersediaan pangan dalam situasi pandemi covid 19

Kementerian pertanian juga telah menerapkan Integrasi Indonesia Map of Agriculture Export (IMACE) dengan pasar digital global melalui platform Indonesiahub yang bertujuan untuk Mendorong peningkatan ekspor pertanian melalui perdagangan digital atau e-commerce.  

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Muhammad Firdaus, mengatakan dalam skema penerapan digitalisasi pertanian, misalnya pemupukan dapat dilakukan melaui irigasi, pengendalian hama dengan drone dan penerapan block chain untuk pemasaran, membangun layanan IDEAS Kepada petani, kolaborasi Ideas dengan penyedia informasi, model inklusif closed-loop sebagai learning center

Digitalisasi dalam agromaritim akan memberikan jawaban terhadap tantangan, produktivitas, kepastian harga dan karakter industry. Sedangkan skema inclusive closed-loop adalah strategi untuk menerapkan digitalisasi dengan kondisi pengusahaan lahan kecil-kecil.

Vice President of Corporate Services Tani Group,  Astri Purnamasari mengungkapkan TaniHub Group melalui entitasnya yaitu TaniHub, TaniFund, dan TaniSupply hingga hari ini terus berusaha mewujudkan ekosistem pertanian yang lebih baik. Saat ini Tanihub memiliki mitra petani sebanyak 46 ribu, jumlah ini setiap tahun bertambah.

Peran TaniHub dalam Peningkatan Kesejahteraan Petani Lokal yaitu kerja sama dengan International Finance Corporation (IFC) untuk mendukung pertanian Indonesia. Dengan kerja sama ini, TaniGroup akan mendapatkan bantuan teknis guna memperluas layanan e-commerce dan FinTech (teknologi finansial) di bidang agrikultur.

Leave a Reply

Close Menu