DPIS IPB Gelar Online Scientific Writing Lecture Ke 17

Sebagai upaya meningkatkan jumlah publikasi artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi, Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS) IPB telah menyelenggarakan Online Scientific Writing Lecture ke 17 untuk mahasiswa pascasarjana IPB belum lama ini, Kamis 18/03/2021. Kegiatan yang berlangsung secara daring tersebut dibuka oleh Dr. Raden Dikky Indrawan, S.P., M.M. selaku Asisten Direktur Publikasi Ilmiah DPIS IPB. Dalam sambuatnya, ia menyampaikan pentingnya kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses untuk meningkatkan kapasitas akademik, terutama kemampuan menulis ilmiah dalam menunjang proses publikasi. Dalam menulis artikel ilmiah, kemampuan menulis secara atraktif agar mudah dipahami oleh berbagai kalangan sangat perlu, ungkap Raden Dikky Indrawan yang juga merupakan dosen Sekolah Bisnis IPB tersebut. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membawa manfaat yang banyak untuk para peserta dan memotivasi untuk meningkatkan publikasi ilmiah, tambahnya.

Pelatihan tersebut berlangsung lancar dengan antusiasme tinggi dari peserta. Sesi tanya jawabpun berlangsung seru dan dinamis dengan masing-masing narasumber pada setiap sesinya. Dalam pelatihan ini, dihadirkan dua narasumber dari komite publikasi IPB, yaitu Dr. Mohamad Rafi, S.Si., M.Si. (Dosen Departemen Kimia FMIPA IPB) yang menyampaikan sub topik “How to Write a Succesfull and Attractive Manuscript” dan Dr. Efi Yuliati Yovi, S.Hut., M.Life.Env.Sc. yang merupakan Dosen Departemen Manajemen Hutan IPB menyampaikan sub topik “Choosing the Right Journal, Responding to Reviewers, Comments, and Corresponding with the Editor.

Mohammad Rafi, menguraikan bahwa bagi pembaca dan editor jurnal, terdapat empat pertanyaan kunci yang perlu tercermin dalam manuskrip kita, yaitu: 1) Bagian pendahuluan: Kenapa penelitian tersebut dilakukan, 2) Metodologi: apa yang telah dilakukan, 2) Hasil: Apa yang telah ditemukan, dan 4) Pembahasan: Bagaimana penelitian tersebut membantu pengembangan bidang ilmu kita. Tidak hanya itu, ia juga menguraikan pentingnya memperhatikan setiap kalimat yang ditulis sesederhana mungkin agar mudah dipahami dan atraktif. Tuliskan saja bagian-bagian yang diminta dijelaskan dalam manuskrip, tidak perlu semuanya dijelaskan, jelas Mohamad Rafi. Kita perlu menulis dengan teliti dan presisi, bahkan untuk bidang ilmu tertentu seperti Natural Science, cukup satu paragraf untuk satu grafik atau gambar, ungkapnya.

Sementara itu, Efi Yuliati Yovi yang juga Editor in Chief Jurnal Manajemen Hutan Tropika menjelaskan empat hal dalam memilih jurnal yang tepat, yaitu: 1) Konten jurnal, 2) Ruang lingkup jurnal, 3) Peringkat atau status jurnal, dan 4) kebijakan journal. Menurutnya, hal ini penting sangat penting untuk mengetahui terlebih dahulu jurnal mana yang menjadi target untuk publikasi, agar jangan sampai draft manuskrip yang telah dibuat tidak sesuai dengan jurnal target, baik itu dari format, gaya penulisan, dan berbagai regulasi lain dari pihak jurnal tersebut.

Sebagai contoh, pada aspek konten jurnal, kita perlu memutuskan sejak awal apakah jurnal yang menjadi target kita adalah regular edition atau special issue. Untuk regular edition kita bisa melakukan submit kapan saja, walaupun topik penelitian kita bukan merupakan topik yang menjadi trending topic yang disukai jurnal tersebut. Sedangkan untuk special issue memiliki time line tersendiri kapan jurnal tersebut akan diterbitkan. Keduanya memiliki sisi keunikan masing-masing. Misalnya, pembaca akan lebih banyak menyukasi jurnal-jurnal jenis special isuue, sehingga sitasinya akan lebih banyak, papar Efi.

Kegiatan tersebut ditutup oleh Dr Eva Anggraini, Direktur Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis. Dalam penyampaianya ia menyatakan pelatihan ini secara khusus memang disiapkan untuk mahasiswa pascasarjana IPB, agar memberikan gambaran cara menuliskan hasil penelitian pada jurnal-jurnal internasional bereputasi, yang meliputi etika publikasi, tips dan trik, serta menyerap pengalaman dari berbagai narasumber. Saat ini, IPB secara bertahap melakukan shifting untuk megurangi publikasi dalam bentuk prosiding, agar lebih banyak publikasi pada jurnal-jurnal internasional bereputasi. Sekian.

Leave a Reply

Close Menu