Data Desa Presisi (DDP) adalah upaya menghadirkan data yang memiliki tingkat akurasi dan ketepatan tinggi untuk memberikan gambaran kondisi aktual desa. Data diambil, divalidasi, dan diverifikasi oleh warga desa dan dibantu oleh akademisi IPB (pihak luar) dengan biaya yang terjangkau. Inovasi DDP merupakan inovasi metodologi yang tidak hanya bersifat numerik atau angka, namun juga data spasial. Kehadiran DDP memperkuat Undang-Undang Desa No. 6 Tahun 2014 yang memungkinkan pemerintah desa mengelola program kebijakan dan anggaran untuk pengembangan wilayahnya secara akurat. DDP memiliki kemiripan dengan konsep smart city, tetapi diterapkan pada unit yang lebih kecil yaitu desa. Saat ini IPB University telah menerapkan DDP pada 7 Provinsi, yaitu Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Sejalan dengan pengembangan data untuk desa, IPB University juga mengembangkan Sekolah Pemerintahan Desa (SPD) untuk memperkuat kapasitas pengelola pemerintahan desa. Program ini mengintegrasikan DDP (partisipatory rural appraisal) sehingga pemerintahan desa dapat memetakan kondisi dan menciptakan good governance. Program SPD sudah dijalankan di 40 desa di Kabupaten Bogor selama tahun 2021. Pada tahun yang sama program ini juga mendapatkan penghargaan Bronze Winner untuk Community Based Development dari Public Relation Indonesa Award. Berikutnya IPB University melalui unit Data Desa Presisi juga akan melaksanakan program ini pada 400 desa lain di Kabupaten Bogor. (red/MFs)

Leave a Reply

Close Menu